Kamis, 31 Desember 2009

Keindahan fisik bangunan perumahan

Pada masa kini, fenomena desain tema arsitektur perumahan telah menjadi tren yang berkembang pesat, hingga akan kita temukan bahwa masing-masing perumahan selalu tampil dengan desain tema tertentu untuk mengembangkan lingkungannya.

Perkembangan desain arsitektur perumahan masa kini telah muncul sebagai sebuah komoditi komsumsi manusia sehingga terjadi perubahan makna rumah yang dulunya hanya berfungsi hunian sebagai rumah tinggal yang dapat dikembangkan ruang-ruangnya bertambah pada kenyamanan, keamanan, kebanggaan dan keindahan yang akan terkait dengan desain arsitekturnya

Fenomena ini berawal dari semakin tipisnya batas ruang dan waktu di era teknologi informasi sehingga kita bisa melihat karya-karya arsitektur di tempat yang berbeda hanya dengan berupa visualisasi gambar, hal ini membuat sumber-sumber ide dapat diambil dari mana saja.

Namun sampai sejauh mana makna yang ingin ditampilkan perancang melalui visualisasi bangunan? Tulisan ini hanya merupakan pendapat penulis dalam mengamati tema arsitektur pada perumahan terutama pada fisik bangunan yang akhirnya membawa pemahaman bahwa keindahan fisik bangunan pada arsitektur tematik perumahan bersifat subyektif pada persepsi masing-masing individu pengamat yang dilatar belakangi oleh pengetahuan dan pengalaman.

Arsitektur tematik dalam desain urban memang mempengaruhi perilaku masyarakat, dimana berbagai ragam artefak fisik karya arsitektur yang dilepas begitu saja dari konteks ruang geografis dan waktu kemudian direproduksi sebagai komoditas yang saat ini banyak digunakan sebagai tema keseharian dalam kompleks perumahan urban.

Misal kita ambil contoh di Kota Semarang, fenomena ini pun sudah tumbuh dari beberapa perumahan misalkan saja seperti perumahan Semarang indah dengan nuansa oriental , kemudian perumahan Puri Mediterania dengan nuansa mediteran, juga bisa kita temukan pada perumahan Royal Family dengan nuansa klasik dan masih banyak yang lainnya.

Desain design pada perumahan tersebut merupakan tawaran tempat tinggal sekaligus menawarkan keindahan fisik bangunan yang berbeda. Tapi sejauh mana makna yang ingin ditampilkan perancang melalui visualisasi bangunan tersebut sampai kepada penggunanya? diperlukan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya pemahaman bahwa perancangan harus kembali kepada manusia sebagai penggunanya, memang pengertian keindahan luas sekali yang didalamnya terdapat ekspresi, proporsi, dan komposisi yang pada prinsipnya masih tergantung dari persepsi pengamatnya. Kemudian bagaimana keindahan fisik bangunan pada tema arsitektural perumahan dinilai? Tentunya kembali pada individu melalui persepsi masing masing akan memberikan pendapatnya, yang semua itu ditentukan dari pengetahuan yang dimilikinya serta pengalamannya selama ini.

Misalkan ketika seseorang ditanya untuk memilih tinggal pada perumahan dengan desain arsitektur minimalis atau arsitektur klasik, maka subyektifitas yang ada pada dirinya akan keluar, misalnya bila seseorang menyukai sesuatu yang mewah kemudian tampilan yang gagah tentunya perumahan dengan desain arsitektur klasik akan lebih menarik, tetapi bila seseorang menyukai sesuatu yang simpel kemudian sederhana tentunya perumahan dengan desain arsitektur minimalis menjadi pilihannya.

Jadi keindahan fisik bangunan pada tema arsitektur perumahan yang dikembangkan oleh perancang akan menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki makna manakala anda telah menjadikan tema arsitektural perumahan tersebut sebagai pilihan untuk tinggal didalamnya.

Sumber : http://www.citraindahrumahku.com

Tidak ada komentar: